Bisnis Headline

Menghitung Potensi Penjualan dan Laba BRMS



single-image

INDOWORK,ID, JAKARTA: Anggap aja teka teki silang. Secara imajiner menghitung potensi penjualan dan laba BRMS dari produksi emas tahun 2023.

Manajemen nampaknya sangat berhati-hati dan konservatif. Produksi emas 2023, oleh manajemen, diperkirakan 25.000 troy ounce. Asumsi ASP USD 1,700 per TO. Asumsi cash cost USD 1,100 per to

Dengan mudah dihitung. Pendapatan diperkirakan akan USD 42,5 juta. Dan Laba sebelum biaya non tunai (kita sebut LSBNT) USD 15 juta. Laba SBNT per saham dalam rupiah = 15 x 15.600 / 142.000 = Rp1,65. Tidak banyak beranjak dari EPS Rp0,7 per 9M2022

Saya tidak sekonservatif manajemen. Katakanlah Januari s/d Juni rata-rata produksi harian 2.000 ton ore. Lalu Juli-Desember 4.000 ton ore, maka rata-rata produksi per hari 3.000 ton ore. Asumsi ASP USD 1,800 per to. Asumsi lain ikut manajemen: rendemen kandungan emas 1,5 g per ton ore. Utilisasi pabrik 75%. Recovery rate 75%.

Maka produksi emas BRMS 2023 = (3.000 x 1,5 x 0,75 x 0,75 x 360) / 31,1035 = 29.300 to.

Penjualan diperkirakan 29.300 x 1.800 = USD 52,74 juta. Dan laba SBNT menjadi 29.300 x 700 = USD 20,51 juta. Laba SBNT per saham menjadi 20,51 x 15.600 / 142.000. = Rp 2.25. Kenaikan hampi 2,5 x dibandingkan annualized EPS 2022

Saya tidak punya info tentang biaya non cash. Depresiasi + amortisasi dan lainnya. Katakanlah EPS 2023 sebesar Rp 2. Mengunakakan PER yang sama, saat ini, sekkitar 170 x, maka ada peluang harga saham BRMS saat LK 2023 dipublikasikan naik ke Rp 340.

Kalkulasi di atas baru memperhitungkan hasil pabrik emas 1 dan 2 Poboya. Proyek emas 3 (Poboya) dan 4 (Gorontalo) emas Aceh dan emas Kerta memang belum terrealisasi. Demikian juga tembaga, seng dan timbal. Di Bursa saham ekspekstasi yang belum terjadi, nyaris selalu priced in.

Jangan serius akh. Cuma teka-teki silang.

*) Ditulis oleh Hasan Zein Mahmud, Redaktur Kusus Indowork.id

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published.

Berita Lainnya