Headline INFRASTRUKTUR Jalan

Jokowi Resmikan Jalan Tol Semarang-Demak, Waktu Tempuh Hanya 1 Jam



single-image

INDOWORK.ID, JAKARTA: Bagi pengendara jalan dari arah Semarang menuju Demak kini tidak perlu mengalami macet hingga tiga jam. Kota Demak terkenal dengan kota wali. Praja ini merupakan pintu masuk ke kota lain di pesisir utara Jawa yang terkenal dengan penyebaran agama islam di awal masa perkembangan awal setelah runtuhnya kerajaan Majapahit. Kota tersebut adalah Kudus, Pati, Jepara, Rembang, Lasem, Tuban, sampai Gresik.

Saya melewati jalan akses Semarang menuju Depak pada sore hari di November 2022. Mobil yang saya kendarai terhenti di Jembatan Wonokerto. Antrian sudah terlihat dari jauh sekira satu kilometer dari jembatan itu. Saya mencari tahu kenapa mobil kami terhenti 10 menit dan tidak bergerak.

Ternyata ada pekerjaan konstruksi perbaikan Jembatan Wonokerto itu. Kami harus bersabar menunggu hingga senja tiba. Perjalanan kami menuju kota tujuan Kudus harus menghabiskan waktu 3 jam dari Semarang. Kini, pengemudi tidak perlu lagi mengalami kemacetan karena Jalan Tol Semarang-Demak Seksi II ruas Sayung-Demak, Jateng, telah diresmikan Presiden Joko Widodo, Sabtu (25/2).

JOKOWI RESMIKAN TOL SEMARANG-DEMAK

Jokowi resmikan Jalan Tol Semarang-Demak

Kini perjalanan Semarang ke Demak hanya satu jam. Peresmian tol sepanjang 16,01 kilometer itu dilakukan Presiden Jokowi di depan Gerbang Tol Sayung, Demak. Jalan bebas hambatan yang dibangun dengan anggaran hingga Rp 5,9 triliun itu diharapkan bisa diintegrasikan dengan kawasan industri, pertanian, perkebunan, dan kawasan wisata.

Selain menunjang mobilitas masyarakat, Tol Semarang-Demak juga berfungsi sebagai tanggul laut. Keberadaan jalan tol tersebut diyakini Presiden mampu membebaskan Kota Semarang dan Demak dari rob yang telah bertahun-tahun menggerus kualitas hidup masyarakat.

Pembangunan jalan Tol Semarang-Demak merupakan bagian dari strategi meningkatkan efisiensi logistik di Indonesia. Jalan bebas hambatan yang merupakan bagian dari Tol Transjawa bagian utara itu diharapkan bisa menampung banyak kendaraan logistik, mulai dari golongan II hingga V.

Tol Semarang-Demak memiliki panjang total 26,74 km. Pembangunannya dibagi menjadi dua, yakni Seksi I atau ruas Kaligawe-Sayung memiliki panjang 10,64 km dan Seksi II atau ruas Sayung-Demak (16,1 km). Akan tetapi, pembangunan Seksi II masih meninggalkan persoalan. Sejumlah warga yang tanahnya terdampak pembangunan mengaku belum menerima uang ganti rugi dari pemerintah.
President Joko “Jokowi” Widodo officially inaugurated the Semarang-Demak toll road, connecting the two provinces in Central Java, on Saturday afternoon (8/15/2020). The toll road eliminates the two-hour drive between the two provinces – travel time was reduced to an hour.

The 37 km-long toll road was built in cooperation between PT Jasa Marga and the Public Works and Housing Ministry of the Republic of Indonesia. Jokowi in his speech said the toll road will improve the flow of goods and services between Semarang and Demak and increase demand for industries, services and other sectors of the economy.

The toll road also eliminates the danger of accidents, congestion and other traffic problems due to the elimination of the two-hour drive. The toll road passes through the Brebes Regency, and offers a stunning view of Central Java.

The toll road is part of Jokowi’s ambitious infrastructure program, which includes numerous roads, bridges and rail links across the nation. The ramp-up of infrastructure spending is expected to increase economic growth and create more jobs for the people.

The Semarang-Demak toll road is expected to be a major route for businesses, tourists and travelers to traverse quickly between Central Java and the east coast. The project also includes the construction of a interchange linking the toll road with the Semarang-Solo and Yogyakarta-Solo toll roads, allowing for a direct connection to the cities of Semarang, Solo, Yogyakarta and other major cities in Central Java.

The Semarang-Demak Toll Road project is a major success story in Jokowi’s infrastructure drive, greatly enhancing travel and commerce across Central Java. The improved travel time will greatly benefit businesses, travelers and tourists alike, making visits to Central Java even more convenient.

  BERITA TERKAIT

Berita Lainnya