Headline Humaniora

Catatan Ramadhan: Bagaimana Menahan Amarah Agar Tidak Batal Pahala Puasa?



single-image
Masjid Nabawi

INDOWORK.ID, JAKARTA: Memasuki hari ke-11 puasa pada Ramadhan 1444 memang cukup banyak tantangan yang dihadapi kaum muslimin. Salah satunya adalah menahan amarah dalam berpuasa agar ibadah menjadi lebih sempurna.

Berbagai cara dapat dilakukan. Misalnya, mengatur pola pernafasan. Ketika akan marah, maka tarik nafas panjang-panjang kemudian keluarkan secara perlahan. Lebih utama sambil terus beristighfar. Jika Anda marah sambil berdiri maka coba duduklah, kemudian mengambil air wudhu.

Cara lainnya adalah mencari udara segar di luar. Ada hal lain yang cukup unik, yaitu mencurahkan hati melalui tulisan. Jika Anda marah, maka sebaiknya menulis bukan yang berupa umpatan atau makian tetapi sebaliknya, tulislah kata-kata yang baik dan mulia.

CERAMAH AGAMA

Di Masjid Al Ikhwan, Kampung Sawah, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, setiap Sabtu malam selama Ramadhan 1444 H, digelar acara ceramah agama Islam sebelum shalat tarawih. Pada pekan pertama tampil Ustadz Kamal Hasan yang mengingatkan akan manfaat puasa dan keutamaan ibadah pada bulan ramadhan.

Pada pekan kedua tampil Ustadz Kholidin Marullah yang menyampaikan¬†ceramahnya tentang kewajiban berpuasa sesuai perintah Allah dalam Surat Al Baqarah ayat 1983. Pekan ketiga, Sabtu, 1 April 2023, KH Jujum Jumhana mengingatkan betapa besarnya pahala beribadah selama Ramadhan. “Kita memasuki malam ke-11 yang berarti terbuka pintu rahmat,” ujarnya.

Pada sepuluh hari pertama di bulan Ramadhan, Allah memberikan maghfiroh (ampunan) kepada hambanya, sedangkan di sepuluh hari terakhir adalah terbebas dari api neraka. Itulah sebabnya ia mengingatkan agar ibadah Ramadhan jangan sampai kendur. “Ketika menjelang akhir, biasanya masjid makin luas,” ujarnya disambut tawa jamaah.

Makin luas artinya, para jemaah semakin sedikit hingga ruang masjid kian kosong.

Berita Lainnya