Bisnis Headline

Wisata Bukit Bendera, Warisan Inggris untuk Malaysia



single-image

INDOWORK.ID, PENANG: Setelah sarapan roti bakar Hutton Lane di Jalan Phee Choon, Penang, saya naik taksi sekitar 30 menit ke wisata Wisata Bukit Bendera Penang. Bukit ini menjadi salah satu lokasi terbaik untuk melihat pemandangan kota dari tempat tinggi.

Tempat wisata yang sering kali disebut dengan Penang Hill merupakan salah satu objek wisata yang paling banyak dikunjungi oleh turis, baik lokal maupun asing. Untuk mencapai puncak bukit, saya naik kereta beroperasi mulai pukul 06.30 sampai dengan 23.00 waktu setempat.

Loket penjualan tiket kereta buka sejak pukul 06.30 sampai dengan 22.30. Untuk harga tiket masuk, sebenarnya para wisatawan tidak harus membeli tiket akan tetapi agar bisa sampai ke puncak dengan berjalan kaki harus melewati beberapa area yang cukup curam dan membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 2 jam.

TRAIN KE PUNCAK

Manajemen Bukit Bendera menjual tiket tram atau kereta yang akan membawa wisatawan langsung sampai ke puncak dengan nyaman dan dapat dibeli di situsnya secara langsung.

Harga tiket dua arah menggunakan kereta untuk bisa sampai ke puncak Bukit Bendera dimulai dari harga RM15 sampai dengan RM30, khusus untuk wisatawan asing.

Tidak hanya itu, saja wisatawan juga bisa membeli tiket satu arah saja, harganya dimulai dari RM8 hingga RM15 Ringgit Malaysia untuk orang asing. Tersedia pula jenis tiket lain misalnya saja seperti tiket jalur cepat, kemudian tiket monthly pass dan juga annual pass yang dijual dengan harga berbeda.

Sementara untuk orang-orang yang berkebutuhan khusus, Anda tidak perlu membeli tiket alias gratis. Apabila Anda datang dengan grup berjumlah minimal 10 orang dan tertarik untuk tracking, maka Bukit Bendera juga menawarkan fasilitas pemandu hutan yang ditawarkan dengan harga mulai dari RM15.

Sesampai di puncak, saya bertemu dengan Arif Ahmad, yang menyewakan golf car seharga RM30 untuk keliling bukit selama 20 menit. “Ini semua peninggalan Inggris, pemerintah Malaysia hanya memelihara saja,” kata ayah dua anak itu.

Menurut Arif, meskipun bangunan mewah peninggalan penjajah dimiliki oleh orang kaya Malaysia, namun masih ada penduduk setempat yang bertempat tinggal di Bukit Bendera. “Jumlahnya semitar 250 orang.”

TITIK TERTINGGI

Bukit Bendera juga merupakan titik tertinggi yang ada di Penang, yakni berada di ketinggian 735 mdpl sehingga dapat dipastikan suasananya menenangkan dan cuacanya tidak akan sepanas di kota. Meskipun suasananya hening, namun di tempat ini ada berbagai macam fasilitas mumpuni dan wisata alam yang dapat dimanfaatkan oleh wisatawan.

Dahulu, sekitar 1788, Bukit Bendera di Pulau Penang merupakan kawasan yang dimanfaatkan untuk penanaman strawberry oleh Francis Light, seseorang yang masih dari bagian koloni Inggris dan juga pendiri Penang.

Di zaman itu, tempat ini lebih dikenal dengan sebutan lain, yakni Strawberry Hill atau Flagstaff Hill karena ada beberapa alasan. Salah satunya adalah merujuk pada bendera kolonial yang ada di area khusus tempat tinggal anggota pemerintah yang masih berkuasa di kala itu.

Tidak hanya digunakan sebagai kawasan penanaman stroberi, kolonial juga memanfaatkan area tersebut sebagai area perumahan ketika berlibur atau bersantai.

Pasalnya, udara yang ada di sana sangatlah bagus, sehingga cocok untuk refreshing dan menikmati keindahannya, kemudian Koloni Inggris mulai membangun bungalow yang ditujukan untuk anggota tentara serta pegawai pemerintahan demi kenyamanan mereka.

Dahulu, orang-orang di luar kolonial hanya dapat pergi ke bukit ini dengan berjalan kaki, kemudian berkuda atau tanduk saja, sehingga tidak banyak orang yang dapat sampai ke sana atau bahkan mengaksesnya.

Akan tetapi sejak dibukanya Funikuler sekitar 21 Oktober 1923, semakin banyak orang-orang asing yang mulai membangun beberapa perumahan dan juga villa, misalnya saja orang Eropa dan China.

Sejak saat itulah Bukit Bendera yang ada di Pulau Penang mulai dikenal sebagai tempat wisata dan cukup sering mendapatkan banyak kunjungan dari wisatawan.

Menurut Balitteknologikaret.co.id, Wisata Bukit Bendera merupakan tempat wisata yang tidak ada patokan jam buka, sehingga Anda bisa kapan saja datang ke sini.

Tidak hanya pemandangan kota yang menakjubkan, Bukit Bendera Penang memiliki beberapa spot yang dapat Anda kunjungi ketika datang ke sini. Bisa dibilang ini merupakan ikon-ikon kebanggan yang ada di Bukit Bendera, yakni sebagai berikut:

TEMPAT IBADAH

Anda dapat menemukan masjid dan pura yang letaknya sangat dekat di Wisata Bukit Bendera Penang. Masih tersebut bernama Masjid Bukit Bendera yang dibuka pertama kali sekitar bulan April sekitar tahun 1966, tepatnya oleh Gubernur Raja Tun Uda Al Hajj.

Selain meresmikan pembukaan masjid pertama kali, sang gubernur juga memberi warna arsitektur berbah Islam di tengah lokasi yang penuh dengan ornamen dari zaman kolonial Inggris.

Bangunan bersejarah lainnya yang bisa ditemukan di Bukit Bendera Penang adalah Candi Sri Aruroli  Thirumurugan yang sudah tersedia sejak abad 18 dan disebut sebagai candi paling tua di Pulau Penang.

Menurut sejarahnya candi ini dibangun oleh pendatang dari India, sehingga bangunannya bergaya Dravida. Orang India tersebut adalah pekerja di tempat pengangkut tanduk di bawah kekuasaan pemerintah kolonial guna menghormati Dewa Murugan.

Karena Bukit Bendera Penang merupakan saksi sejarah penjajahan, maka tidak heran jika ada beberapa bangunan peninggalan Kolonial Inggris, seperti Bungalow Bel Retiro.

Menurut sejarahnya bangunan ini telah dibangun oleh kolonial Inggris pada tahun 1989 yang bertujuan untuk sebagai tempat tinggal orang-orang pemerintah pada saat itu.

Dari bangunannya sangat terlihat bahwa bungalow ini adalah bangunan termewah, tepatnya di Pulau Penang, bahkan ada juga meriam tua di sana dan sudah berusia lebih dari 200 tahun yang dapat disaksikan.

Selain ketiga spot di atas Anda masih bisa mengunjungi salah satu spot yang tidak kalah menarik, yakni Museum Burung Hantu.

Di dalam museum ini terdapat koleksi ratusan karya burung hantu yang terbuat dari berbagai material, misalnya saja seperti batu, kayu, metal, kaca, plastik, tanduk, porselen dan kertas.

 

Berita Lainnya