Bisnis Headline

Thanksgiving, Momentum Ekonomi dan Bursa Saham



single-image

INDOWORK.ID, JAKARTA: Amerika Serikat (AS) baru saja merayakan Thanksgiving, Kamis minggu lalu. Seperti lebaran dan tahun baru, perayaan thanksgiving tidak hanya merupakan ritual masyarakat, tapi memiliki momentum ekonomi. Juga bursa saham.

Menyusuli Thanksgiving adalah Black Friday. Black Friday, 25 Nov, adalah hari belanja terbesar di AS. The most important shopping season of the year. Bursa saham menyimak sektor ritel.

Konsumsi rumah tangga di AS memiliki peran yang sangat penting dalam struktur PDB mereka. Selama 3Q22 peran konsumsi rumah tangga dalam PDB AS, mencapai 68.1%. Angka itu di Indonesia selama 1H22 “hanya” 51,47%.

Itu sebabnya bulan November merupakan bulan bullish di bursa saham AS. Terutama sektor ritel. Mudah-mudahan November tahun ini tetap sama. S&P selama satu bulan terakhir, mtd, masih mencatat pertumbuhan positif 2.38%. Walaupun ytd sudah terkoreksi 16,83%. Sementara DJIA selama periode yang sama, juga masih mencatat pertumbuhan positif, 3,67%. Walaupun ytd mengalami penurunan 6,84%.

Kembali ke tanah air, Kontribusi Konsumsi Rumah Tangga terhadap PDB mengalami penurunan dari 54,2% selama 2021 menjadi 51,47% selama 1H22. Terimakasih pada Ekspor. Kontribusi segmen ini naik dari 21,46 selama 2021 menjadi 24,6% selama 1H22.

PRESTASI BESAR

Kebijakan Tim Jokowi dalam perdagangan luar negeri, mencatat prestasi besar. Neraca Dagang Indonesia surplus selama 30 bulan tanpa putus! Hilirisasi nikel telah menaikkan nilai ekspor nikel hampir 15 x lipat. Ancaman WTO, kini diantisipasi dengan jurus yang lain. Pajak ekspor bijih nikel 1.000%!

Bagi saya, keputusan WTO itu memang sangat bias. Indonesia yang ingin mengolah sumber daya alam nya sendiri di dalam negeri sendiri, untuk kemakmuran rakyat, dianggap melanggar. Boleh jadi kata “larangan ekspor” itu yang mereka persoalkan. Ok buka kembali keran ekspor bijih nikel dengan pajak ekpor 1.000%.

Saya bullish terhadap sektor ritel menjelang natal – tahun baru. Kemudian disongsong puasa dan lebaran. Historis memperlihatkan segmen menengah atas – MAPI, mungkin juga ACES – mengalami lonjakan penjualan saat natal dan tahun baru. Sementara segmen menengah bawah – RALS – mengalami lonjakan lebih tinggi saat puasa dan lebaran.

*) Ditulis oleh Hasan Zein Mahmud, Redaktur Khusus Indowork.id

Berita Lainnya