Bisnis Headline

Pefindo Beri Rating idBBB untuk Waskita Karya, Apa Artinya?



single-image

INDOWORK.ID, JAKARTA: PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idBBB untuk PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Obligasi Berkelanjutan II, Obligasi Berkelanjutan III, dan Obligasi Berkelanjutan IV dengan prospek stabil. Artinya performa Waskita mulai mengalami kepercayaan dari para investor.

Menurut Pefindo, obligor dengan peringkat idBBB memiliki kemampuan yang memadai dibandingkan obligor lain untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang. Namun kemampuan obligor lebih mungkin akan terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi.

“Peringkat mencerminkan peran penting perusahaan kepada pemerintah, posisi pasar yang kuat di sektor konstruksi, dan keuntungan sebagai perusahaan konstruksi milik negara,” kata Pefindo.

Namun, peringkat dibatasi oleh profil likuiditas yang lemah, leverage keuangan yang tinggi, dan lingkungan bisnis yang cukup fluktuatif pada industri konstruksi.

Peringkat dapat dinaikkan jika memperbaiki leverage keuangan dan rasio cakupan utang secara berkelanjutan didukung oleh backlog kontrak yang kuat yang memberikan visibilitas pendapatan selama beberapa tahun ke depan.

Peringkat dapat turun jika terjadi penurunan tingkat dukungan pemerintah kepada perusahaan. Kemudian akses yang jauh lebih lemah ke sumber pendanaan eksternal, terutama dengan bank-bank milik pemerintah.

Pefindo menyebut, penurunan peringkat berpotensi menunda penyelesaian proyek dan profitabilitas menjadi lebih rendah. Akses yang lebih lemah ke pendanaan eksternal juga akan membuat perusahaan menghadapi risiko likuiditas dan pembiayaan kembali yang lebih tinggi.

“Peringkat juga dapat diturunkan jika terjadi penurunan dalam pencapaian kontrak baru yang substansial, yang berdampak pada visibilitas pendapatannya Waskita yang tidak memadai,”tambahnya.

Bisnis utama dari Waskita adalah menyediakan pekerjaan konstruksi, yang memberikan kontribusi 90% terhadap total pendapatan pada tahun 2020. Usaha lainnya meliputi beton pracetak, jalan tol, properti, dan energi.

Perusahaan memiliki jaringan pemasaran dalam negeri yang luas dengan 33 kantor pemasaran di dalam negeri. Struktur pemegang saham pada 31 Maret 2021 terdiri dari pemerintah dengan kepemilikan saham sebesar 66% dan sisanya dimiliki oleh publik.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published.

Berita Lainnya