Bisnis Headline

Dalam Horison Lebih Panjang, Resesi Ekonomi Melambai



single-image

INDOWORK.ID, JAKARTA: Rekor sejarah. Kenaikan Federal Fund Rate, 75 basis point, tiga kali berurut – turut, pertama kali terjadi dalam sejarah. Membawa tingkat bunga acuan Amerika Serikat (AS) ke 3.00 – 3.25%.

Indeks USD (DXY) langsung loncat ke 111.5. Yield 10Y Treasury naik ke 3,6%. Dengan tingkat yield 2 Y Treasury di atas 4%, inverted yield curve semakin kentara. Juga makin lebar. Spread 2Y – 10 Y kini mencapai 50 bp

Reaksi negatif bursa saham, tentu sudah diperkirakan. Tetap saja cukup tajam. Tiga indeks harga saham utama AS, turun di atas 1%, dan seperti biasanya indeks teknologi NASDAQ turun paling tajam, 1.79%

Kelanjutannya tentu juga bisa diduga. Harga komoditas global yang dihargai dalam USD akan mengalami koreksi akibat menguatnya USD. Dalam horison lebih panjang, resesi ekonomi melambai.

The Fed menghibur tentang peluang menghindarkan risiko resesi. Banyak ekonom yang meragukannya. “No one knows wheter this process will lead to a recession or, if sohow soignificant that recession would be” (Chairman Powell)

Inflasi tinggi merupakan hantu yang betah bergentayangan dalam jangka panjang. Dan menular dengan cepat. Inflasi AS Agustus, – turun sedikit – masih bertengger di angka 8.3%.

HADAPI KENAIKAN INFLASI

Hasan Zein Mahmud

Di Eropa malah meningkat ke 9,1%. Jepang yang terkenal dengan “ekonomi deflasinya” kini mengalami kenaikan inflasi selama 12 bulan betrurut turut. Inflasi Jepang Agustus lalu tercatat 3%, naik tajam dari 2,6% pada bulan Juli. Indonesia bersiap untuk menghadapi kenaikan inflasi lebih lanjut. Perkiraan saya, akan menembus angka 5%, akhir tahun ini.

Sejarah membuktikan, dibutuhkan waktu satu dekade untuk menjinakkan kembali inflasi, yang tinggi seperti sekarang ini, ke tingkat yang ditargetkan.

Satu hal lagi yang boleh jadi luput dari perhatian. Kripto adalah uang beredar. Bekembangnya mata uang kripto merupakan salah satu pemicu inflasi. Bekembang dengan sangat cepat, berfluktuasi dengan tajam, dan tanpa pengawasan.

*) Ditulis Hasan Zein Mahmud, Redaktur Khusus Indowork.id

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published.

Berita Lainnya